Hello, Puan Member

Most Popular

Puan TV

Siti Fatimah DENGAN STRATEGI SOSMED GAET RIBUAN JAMAAH

Keputusannya bergabung di Arminareka Perdana telah mengubah jalan hidupnya. Bayangan akan menghabiskan masa kelam di rumah tahanan selama bertahun akhirnya sirna, berbalik menjadi keberkahan.

Perempuan asal Bali ini tidak pernah menyangka jika ia bisa berada dalam posisi seperti saat ini. Bisa berkali-kali umrah, pergi ke seluruh pelosok daerah di Indonesia, membina ribuan jamaah, dan tentunya kebebasan finansial. Ia memang termasuk perempuan penuh semangat dan tak mudah menyerah. Meski sudah jatuh bangun hingga enam kali mengeluti bisnisnya, ia selalu percaya jalan untuk bisa maju dan mempunyai kehidupan yang lebih baik akan bersama orang yang berusaha. Tak hanya bisnis saja yang didapatkan, lewat Arminareka ia mendapatkan pelajaran dan hidayah untuk hidup lebih baik dan dekat dengan Allah.

 

 

Punya Utang Rp 4,7 M

Bukan Siti Fatimah namanya jika hanya diam di rumah saja. Walau hanya berpendidikan SMA, perempuan berkacamata ini termasuk orang yang tak bisa diam. Meski suaminya yang bekerja di dunia penerbangan sudah bisa menghidupinya, tetapi ia tetap ingin berkarya dengan membuat bisnis sendiri. Tak kurang ada enam macam bisnis yang dijalaninya.

Mengalami kegagalan yang menyedihkan—karena situasi ekonomi yang memang sedang tidak baik—usaha yang dibangunnya bangkrut. Akibatnya ia pun harus menanggung utang Rp 4,7 miliar. Ia mengakui, mempunyai utang sebanyak itu membuatnya drop. Ia bingung membayangkan bagaimana cara melunasi pembayaran utangnya. Hal yang membuatnya merana, temannya melaporkan kasus ini ke kepolisian.

Ia betul-betul bingung bagaimana mendapatkan uang darimana. Sampai pada suatu hari dalam perjalanan pulang ke rumah, di pinggir jalan ia sempat melihat sebuah tabloid.

“Sepintas saya sempat melihat judul cover di depannya. Penasaran, mobil saya mundurkan lagi. Saya tanya ke penjual korannya, adakah majalah atau tabloid yang membahas tentang peluang usaha dan harganya tidak mahal. Tak disangka penjual koran tersebut memberikan tabloid yang tadi dilihatnya,” ujarnya.

Sesampai di rumah, tabloid ini ia lihat-lihat halaman per halaman. Tiba-tiba terbaca halaman 25 yang bejudul: “Bertahun-tahun Jadi Karyawan Tak Bisa Umroh, Tiga Bulan Bergabung di Arminareka Perdana bisa umroh”.

“Membaca tulisan ini saya langsung berpikir, apa yang dilakukannya kok bisa seperti itu. Makanya saya langsung sms nomor yang ada di sana. Lewat sms, saya katakan kalau saya ingin tahu lebih jelas tentang bisnisnya. Dia minta saya datang ke seminarnya yang akan diadakan hari Sabtu di Cikupa Tangerang,” ujarnya.

Justru ketika itu ia berada di Pulau Bali, dan di hari Senin ia akan menandatangani kontrak. Sebagai penghubung ia akan mendapatkan fee sekitar Rp 130 juta. “Saya dihadapkan pada dua pilihan: ke Jakarta ikut seminar tersebut dengan uang yang pas-pasan atau tetap di Bali mendapatkan fee Rp 130 juta. Bingung menentukan harus pilih yang mana. Saya bertanya kepada seorang sahabat. Saya ceritakan dua pilihan ini. Teman saya menyarankan sebaiknya saya ke Jakarta saja. Katanya lebih baik saya urus umrah dulu saja. Meski sudah disarankan, saya masih bingung. Lha kok ketemunya di restoran kecil? Usaha apa, yah? Pertanyaan ini menari-nari dalam pikiran saya. Membuat saya penasaran dan semakin ingin mendatanginya.”

Tak banyak berpikir, usai mendapatkan izin dari suami, ia langsung berangkat ke Jakarta. “Pesertanya hanya sedikit. Bisnis apa ini? Penerima tamu menerima saya dengan baik dan langsung diberi hijab segitiga. Dengan penuh seksama saya dengarkan pemaparan dari pembicaranya. Tak terasa saat air mata saya basah saat presentasi memerlihatkan gambar Kabah. Saya menangis. Sepulang dari sana saya langsung mentransfer uang Rp 3,5 juta sebagai DP.”

Lantaran ingin mendapatkan ilmu yang banyak tentang bisnis ini, ia tak langsung pulang ke Bali. Dengan sisa uang yang ada, dia berpikir untuk bisa bertahan hidup di Jakarta. Ia temui temannya yang tinggal di daerah Mangga Dua untuk sekadar menumpang tidur di sana. Di tempat yang ramai dengan kehidupan malam kota Jakarta, akhirnya Siti memutuskan untuk berhijab.

 

Berjanji Akan Meramaikan Baitullah

Perjalanan untuk menjalankan bisnisnya ini dimulai seketika. Lewat brosur yang materinya pinjaman timnya, ia sebarkan brosur-brosur di berbagai tempat. Mulai dari tempat yang satu ke tempat lainnya, hingga ke masjid. Semangatnya semakin besar, ketika dua minggu kemudian ada jamaah yang bergabung padanya. Ia pun semakin rajin menghadiri seminar yang sering diadakan di kantor Aminareka di Menara Salemba. Meski seminar ini bukan diadakan oleh timnya, ia tetap datang. Harapan hanya satu: ingin mendapatkan ilmu yang banyak. Ia pun akhirnya bisa melunasi biaya perjalanan haji lewat rekruitmen yang dijalankannya.

Sayangnya, tatkala lagi bersemangat menjalankan usahanya ini, ia harus kembali ke Bali. Ia mendapatkan panggilan dari kantor polisi untuk segera menyelesaikan masalah hukum yang dihadapinya. Di Denpasar, ia diminta untuk menandatangani surat perjanjian pelunasan utangnya dalam waktu yang telah ditentukan. Lantaran terbentur pada kasus ini, jadwal umrah yang harusnya dilakukan di bulan Desember 2014, tertunda.

“Dalam keadaan terdesak itu, saya selalu berdoa kepada Allah. Meminta untuk diberi kesempatan meramaikan baituallah-Nya. Selama 24 jam yang ada dalam pikiran saya hanya baituallah. Entah mendapatkan mukjizat apa, satu hari saat persidangan akan digelar, pengacara teman saya ini menemui saya dan mengatakan jika kasus saya ini ditutup. Teman saya bilang, saya bisa mencicilnya berapa dan kapan pun saya mau. Bahkan ia juga ikhlas jika saya tak membayarnya. Ini tentu suatu berita yang baik untuk saya. Mungkin ia sadar, ini semua bukan karena salah saya. Kondisi perekonomianlah yang membuat kagagalan seperti ini,” tutur perempuan yang akrab disapa Bunda ini.

 

Memanfaatkan Sosial Media

Jabatan yang dipegang oleh Siti Fatimah selain sebagai jemaah dari Arminareka Perdana adalah sebagai Direktur PT Arminareka Perdana Perwakilan Bali. Sejak bergabung pada Oktober 2014, ia telah memiliki 2000 jamaah dan penghasilan ratusan juta rupiah. Ditanya tentang apa kiat keberhasilan membangun jaringan ini dalam waktu 17 bulan, Siti Fatimah hanya tersenyum manis.

“Selain fokus, fokus, dan fokus, setiap hari juga harus berpikir inovatif. Kalau hanya berlaku biasa saja dan sama dengan yang lain, kita tak akan dilihat. Saya memanfaatkan teknologi digital. Lewat media sosial Facebook saya saya syiarkan apa yang saya lakukan. Lewat postingan-postingan di Fb secara intensif, membuat banyak orang penasaran dan inboks ke saya. Jadi saya merasakan bahwa bisnis bisa bertahan harus mempunyai pembeda.

Saya menciptakannya sesuai dengan karakter. Sewaktu awal bergabung modalnya nol. Saya cari cara, agar perhatian orang melihat. Saya datang ke tempat yang belum ada jamaahnya dan hanya ada teman yang di sana. Kita tak kenal pun kita datangi, tentunya pakai izin ke rt/rw setempat. Saya melihat dan membandingkan cara kerja sales. Seorang sales, meski barangnya tidak ada yang membeli, haruslah tetap mempromosikan barangnya. 

Lewat medsos saya juga buktikan lewat foto-foto yang saya unggah. Kalau cuma ngomong saja, orang belum tentu melihat dan tertarik. Saya jarang bicara tentang uang, apalagi di medsos. Saya ini gaptek, kenal Armina baru kenal Facebook,” ujarnya membuka rahasia. 

Selain memanfaatkan medsos, perempuan murah senyum ini pun selalu menggandeng partner dan jamaahnya dengan sentuhan seorang teman. Dengan cepat pula jika ada keluhan atau pun pertanyaan dari jamaah, sedapat mungkin dijawab seketika.

Sebagai seorang direktur yang mempunyai jemaah 2000 orang, jadwalnya sangat padat. Dalam sehari, ia pernah mengadakan seminar di tempat berbeda. Dalam keseharian aktif di luar rumah, Siti hanya bisa berada di Bali menemui suami dan anak tunggal hanya dua hari saja. Selebihnya banyak di luar kota menemui jamaahnya. “Saya meminta kepada suami dan anak, agar saya dua tahun ini diperbolehkan merintis karier di Amerika. Nantinya setelah mapan, saya akan lebih banyak di rumah dan bisa menjalankan seperti yang dilakukan oleh Siti Khadijah, istri Nabi Muhammad SAW.”

Pada jamaah lain yang ingin membangun karier di bisnis ini, Siti menyarankan untuk selalu fokus dan konsisten. Hanya dengan fokus dan konsistenlah yang membuat bisnis ini bisa berjalan dan berkembang dengan baik. (Opi)

Telp : 081297979758
WA : 081290595858
BB : 59EBBEFD
Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Artikel Terkait

Investigasi

PELAKOR MASA KINI BERANI TAMPIL

PELAKOR MASA KINI BERANI TAMPIL

Jakarta, puanpertiwi.com Jika dulu pelakor (perebut laki orang) takut dan...

BISNIS JUAL LIKE DI SOSMED BELI LIKE PUN DILAKUKAN AGAR KLIEN PUAS

BISNIS JUAL LIKE DI SOSMED BELI LIKE PUN DILAKUKAN AGAR KLIEN PUAS

Fenomena hadirnya selebgram di sosial media tak bisa ditahan lagi....

Kejahatan E-Commerse Perlu Payung Hukum UU IT

Kejahatan E-Commerse Perlu Payung Hukum UU IT

Mekanisme bisnis secara elektronik ini sudah menjadi bagian dari gaya...

True Story

KARENA PENYAKIT LANGKA, SETIAP MERASA SEDIH TUBUH GADIS KECIL INI MEMBIRU

KARENA PENYAKIT LANGKA, SETIAP MERASA SEDIH TUBUH GADIS KECIL INI MEMBIRU

Puanpertiwi.com- Gadis kecil yang tak boleh merasa sedih akibat menderita...

Dari Berat 181 Kg, Amber Kini Ramping dan Jadi Ahli Make Up

Dari Berat 181 Kg, Amber Kini Ramping dan Jadi Ahli Make Up

Puanpertiwi.com- Masalah berat badan apalagi sampai obesitas, bisa membuat kepercayaan...

WAJAH TERSIRAM AIR KERAS, PASCA OPERASI PEREMPUAN INI TAMBAH CANTIK

WAJAH TERSIRAM AIR KERAS, PASCA OPERASI PEREMPUAN INI TAMBAH CANTIK

Puanpertiwi.com- Kekerasan menggunakan air keras sangat memprihatinkan dampaknya. Pasalnya Air...

IN THE MAG

edisi129.jpg EDISI127.jpg EDISI128.jpg

Tentang Kami

Puan Pertiwi merupakan situs terlengkap aktivitas dan kebutuhan perempuan.

 

Social Media

    

Kontak

PT. MBC Pertiwi Multimedia

Jl. Bungur Besar Raya Blok B.3 No.85, Lt.4 Gunung Sahari – Kemayoran Jakarta Pusat 10610

Telp : 021-4225473, 021-4212129

Fax : 021-4225468, 021-4212129

Redaksi :

redaksi @ puanpertiwi.com 

Pemasaran :

marketing @ puanpertiwi.com

Twitter

Tentang Kami | Media Kit | Advertise With Us | Career Oportunities | Pedoman Media Siber | This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.