Hello, Puan Member

Most Popular

Puan TV


 

Puanpertiwi.com – Setiap kesalahan yang diperbuat haruslah dipertanggung jawabkan. Pun berlaku buat anak-anak. Bahkan orangtua harus sejak dini mengajarkan konsekuensi dari perbuatan salah.
Seorang anak mungkin butuh waktu lama untuk mengatakan kata "maaf", sementara anak lain dengan mudah meminta maaf karena cara itu dianggap paling mudah untuk menyenangkan orang dewasa dan menghindar dari hukuman
Apalagi pada usia anak yang lebih besar. Pada anak dengan ego tinggi minta maaf  sering dianggap sebagai sebuah kekalahan yang memalukan. Perlu proses mengajarkan anak kapan harus meminta maaf dan bagaimana cara "membayar" kesalahan seperti misalnya setelah menyakiti orang lain.Namun Begitu seorang anak mengerti konsep kesalahan dan sudah bisa mengucapkan kata "maaf" ia berhasil mempelajari satu keahlian sosial. Berarti Ia juga belajar bertangung jawab terhadap perbuatan, dan mengerti perasaan orang lain.
 Lantas, bagaimana cara agar anak tak gengsi minta maaf dan tanpa disuruh? Coba empat tips ini:
1. Bersikap netral.
Jika dua anak terlibat konflik, sulit mengetahui siapa yang harus meminta maaf. Ketika Anda mendengar teriakan, "Dia mulai duluan!" jelaskan bahwa mereka tidak harus selalu berbuat kesalahan untuk meminta maaf. Katakan kepada masing-masing anak, "Saya menyesal sudah bertengkar." Hal itu membantu anak menenangkan diri, memperbaiki kekecewaan, dan kembali melanjutkan permainan.
2. Jangan memaksa
Dorong tapi jangan paksa anak untuk meminta maaf. Hal itu bisa memperkeruh suasana, anak merasa dipermalukan, dan tak seorangpun yang merasa nyaman dengan permintaan maaf yang dipaksakan. Jika anak bergumam, "maaf" hanya untuk memuaskan Anda, hal itu tidak ada artinya dan ia tidak akan mendapatkan apapun untuk dipelajari.
3. Tumbuhkan sifat empati
Empati adalah sebuah kemampuan untuk dapat merasakan apa yang dialami orang lain. Misalnya, jika anak Anda memukul temannya, maka katakan pada anak, "Teman kamu pasti merasa kesakitan makanya ia menangis ketika kamu pukul. Kamu mau enggak, dipukul sama teman kamu kayak begitu?"
Dengan pertanyaan seperti itu, anak akan memikirkan bagaimana seandainya kalau dia yang dipukul. Setelah merasakan apa yang dirasakan temannya, secara otomatis iapun akan berpikir untuk minta maaf.
4. Beri contoh
Jika anak terlalu marah atau tidak bisa mengucapkan kata "maaf", Anda bisa meminta maaf untuk dia. Dengan begitu, Anda sudah memberi contoh baik sekaligus mengurangi kekecewaan anak lain. Setelah itu, ajari anak untuk mengikuti cara Anda.


Reporter: Dian

e-max.it: your social media marketing partner

Artikel Terkait

Sport & Art

Investigasi

PELAKOR MASA KINI BERANI TAMPIL

PELAKOR MASA KINI BERANI TAMPIL

Jakarta, puanpertiwi.com Jika dulu pelakor (perebut laki orang) takut dan...

BISNIS JUAL LIKE DI SOSMED BELI LIKE PUN DILAKUKAN AGAR KLIEN PUAS

BISNIS JUAL LIKE DI SOSMED BELI LIKE PUN DILAKUKAN AGAR KLIEN PUAS

Fenomena hadirnya selebgram di sosial media tak bisa ditahan lagi....

Kejahatan E-Commerse Perlu Payung Hukum UU IT

Kejahatan E-Commerse Perlu Payung Hukum UU IT

Mekanisme bisnis secara elektronik ini sudah menjadi bagian dari gaya...

True Story

KARENA PENYAKIT LANGKA, SETIAP MERASA SEDIH TUBUH GADIS KECIL INI MEMBIRU

KARENA PENYAKIT LANGKA, SETIAP MERASA SEDIH TUBUH GADIS KECIL INI MEMBIRU

Puanpertiwi.com- Gadis kecil yang tak boleh merasa sedih akibat menderita...

Dari Berat 181 Kg, Amber Kini Ramping dan Jadi Ahli Make Up

Dari Berat 181 Kg, Amber Kini Ramping dan Jadi Ahli Make Up

Puanpertiwi.com- Masalah berat badan apalagi sampai obesitas, bisa membuat kepercayaan...

WAJAH TERSIRAM AIR KERAS, PASCA OPERASI PEREMPUAN INI TAMBAH CANTIK

WAJAH TERSIRAM AIR KERAS, PASCA OPERASI PEREMPUAN INI TAMBAH CANTIK

Puanpertiwi.com- Kekerasan menggunakan air keras sangat memprihatinkan dampaknya. Pasalnya Air...

IN THE MAG

EDISI127.jpg edisi129.jpg EDISI128.jpg

Tentang Kami

Puan Pertiwi merupakan situs terlengkap aktivitas dan kebutuhan perempuan.

 

Social Media

    

Kontak

PT. MBC Pertiwi Multimedia

Jl. Bungur Besar Raya Blok B.3 No.85, Lt.4 Gunung Sahari – Kemayoran Jakarta Pusat 10610

Telp : 021-4225473, 021-4212129

Fax : 021-4225468, 021-4212129

Redaksi :

redaksi @ puanpertiwi.com 

Pemasaran :

marketing @ puanpertiwi.com

Twitter

Tentang Kami | Media Kit | Advertise With Us | Career Oportunities | Pedoman Media Siber | This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.